Sentuhan PERMATA, Ibu-Ibu Desa Pengabuan Sulap Tanaman Herbal Jadi Ladang Cuan

PALI – TEROPONGSUMSEL.COM
13 April 2026 — Pagi itu, saat matahari belum tinggi, tangan Hermanila sudah sibuk memetik jahe, kunyit, daun kelor, hingga bunga telang dari kebun kecil di samping rumahnya. Apa yang dulu sekadar dimanfaatkan seadanya, kini berubah menjadi sumber kesehatan sekaligus penghasilan bagi keluarganya.

Di Desa Pengabuan, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, keterbatasan akses dan biaya pengobatan membuat warga terbiasa mengandalkan tanaman herbal sebagai solusi kesehatan keluarga. Namun, potensi besar itu lama tak tergarap optimal karena minimnya pengetahuan budidaya dan pengolahan.

Perubahan mulai terasa saat Pertamina EP (PEP) Adera Field, bagian dari Pertamina Hulu Rokan Zona 4, menghadirkan program Pertanian Mandiri Desa Tangguh (PERMATA). Program ini menyasar Kelompok Wanita Tani (KWT) Selaras Alam untuk mengembangkan tanaman obat keluarga (TOGA) secara lebih terarah dan bernilai ekonomi.

Melalui pendampingan intensif, para anggota KWT kini memahami teknik budidaya yang baik, pengolahan higienis, hingga cara mengolah hasil kebun menjadi produk herbal bernilai jual. Fasilitas seperti greenhouse, dry house, hingga sistem irigasi tetes (drip irrigation) turut diberikan guna mendukung produktivitas tanaman.

“Dulu kami hanya menanam dan memanfaatkan seadanya. Sekarang kami lebih paham bagaimana menjaga kesehatan dari apa yang kami tanam sendiri,” ujar Hermanila.

Kini, kebun herbal desa tak hanya menjadi sumber obat alami, tetapi juga ladang usaha. Produk seperti sirup rosella, ramuan herbal instan, hingga tisane mulai diproduksi dan dipasarkan.
Hasilnya nyata. Pengeluaran kesehatan rumah tangga berkurang hingga 30 persen per bulan. Tak hanya itu, pendapatan anggota KWT Selaras Alam melonjak dari sekitar Rp1,5 juta menjadi Rp4,2 juta per bulan.

“Rasanya lebih tenang karena kami bisa lebih mandiri untuk keluarga kami,” tambah Hermanila.

Manager Community Involvement & Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, menyebut program PERMATA merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat sekitar wilayah operasi.

“Program ini tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga mendorong pola pikir baru bahwa kesehatan bisa dibangun dari kemandirian, dimulai dari apa yang ditanam dan dikonsumsi setiap hari,” ungkapnya.

Saat ini, program PERMATA telah melibatkan sekitar 60 penerima manfaat aktif, dengan mayoritas adalah perempuan yang menjadi penggerak utama di keluarga dan komunitas.

Lebih dari itu, dampak program ini terus meluas. Praktik pertanian sehat dan pemanfaatan herbal kini mulai diadopsi masyarakat di luar kelompok inti, menciptakan efek berganda yang memperkuat ketahanan kesehatan dan ekonomi desa.

Dari kebun sederhana di samping rumah, Hermanila dan warga Desa Pengabuan membuktikan bahwa kemandirian kesehatan dan ekonomi bisa tumbuh dari tanah sendiri. (**)

Related posts

Leave a Comment